Kamis, 05 September 2013

IKEA, Singapura

IKEA adalah swalayan furniture yang super lengkap, karena hampir semua barang perabot rumah tangga yang dibutuhkan, terseda disini. Konsep penjualannya juga tergolong unik, karena furniture yang dijual di-display dengan cukup menarik dan masing furniture disetting sesuai fungsi nya, sehingga disini kita bisa melihat contoh interior berbagai ruangan dan ukuran, seperti : ruang tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, furniture anak dan lain lain, lengkap dengan furniture yang ter-setting didalamnya. Di IKEA juga bisa ditemukan peralatan rumah tangga lain, seperti : alat kebun, alat masak dan semua peralatan rumah tangga. 
Apabila capek setelah keliling melihat lihat dan ingin istirahat, di sini disediakan juga Restaurant untuk melepas capek, dahaga dan lapar anda...:-) 
IKEA di Singapura terletak di dua tempat, yaitu :
1. Di Jalan Alexandra ( 317 Alexandra Road, Singapora 159965 )
     Contact information:
     317 Alexandra Road, Singapore 159965
     tel: 6786 6868
     fax: 6474 3200
     Normal opening hours (some                  exceptions apply):
     Open daily: 10 a.m. to 10 p.m.
 2. Di Jalan Tampines ( 60 Tampines North Drive 2, Singapore 528764 )
Contact information:
60 Tampines North Drive 2, Singapore 528764
tel: 6786 6868
fax: 6786 8888                                                  normal opening hours (some exceptions apply):
Open daily: 10 a.m. to 11 p.m.
 
Klo lagi dolan ke Singapore, coba aja mampir ke sini...Mungkin ada tambahan pengetahuan dan manfaat yang akan diperoleh....:-)

Merlion Park, Singapore

Merlion Park adalah taman dimana ditempatkan patung Merlion, yang  merupakan brand dari Singapura, terletak di mulut sungai Singapura, One Fullerton, dekat dengan Area Central Business District ( CBD ) Singapura. Di taman ini ada 2 buah Merlion, yaitu yang besar setinggi 8,6 meter dan yang kecil setinggi 2 meter.
Merlion adalah patung berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya adalah gabungan dari Mermaid ( Ind : ikan duyung ) dan Lion ( Ind : Singa ). Merlion yang dirancang oleh Fraser Brunner untuk Badan Pariwisata Singapura ( STB ) pada tahun 1964 dan dipergunakan sebagai logonya sampai tahun 1997. Patung ini dibangun dari campuran semen oleh Lim Nan Seng, seorang seniman Singapura, pada November 1971 sampai dengan Agustus 1972 dan diresmikan pada 15 September 1972 oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew.
     Ketika Esplanade Brige ( Jembatan Esplanade ) selesai dibangun, pandangan patung tertutup dari Marina Bay Waterfront, sehingga patung tersebut dipindahkan ke lokasi seperti saat ini pada tanggal 23 April 2002 dan selesai pada 25 April 2002, dimana lokasi sekarang terletak berdekatan dengan hotel terkenal One Fullerton.  
     Menurut Badan Pariwisata Singapura, hewan berkepala Singa dan bertubuh Ikan ini mengingatkan akan kisah tentang Sang Nila Utama, yang melihat seekor singa ketika berburu  sebuah pulau  alam perjalanannya ke Malaka. Pulau itu kemudian terkenal sebagai pelabuhan Tamasek yang kemudian menjadi Singapura.
Di Negara ini, ada 5 Merlion resmi yang disetujui oleh Badan Pariwisata Singapura, yaitu :
  • 2 buah di Merlion Park ( 1 buah Besar dan 1 buah Kecil )
  • 1 buah di Pulau Sentosa, Sebuah Replika yang lebih tinggi.
  • 1 buah di Gunung Faber
  • 1buah di Torism Court di Orchad Spring Lane
Klo Anda berkunjung ke Singapura, sangat tidak afdol klo tidak mengunjungi tempat yang merupakan Brand dari Singapura ini........:-)

Jumat, 30 Agustus 2013

Cimory - Bawen, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Ketika perjalanan dari Semarang ke Solo, sesampai di daerah Bawen, saya melihat seekor sapi yang montok dan sexy  lagi "nongkrong" di atap sebuah restaurant, seperti sapi di pasar Sunggingan, Boyolali tuh...:-) 
Selintas terpikir, wah itu sebuah strategi promosi yang cukup jitu.. Karena penasaran, saya berhenti sebentar untuk melihat dan disitu tertulis nama restaurannya yaitu Cimory..Lho, koq namanya seperti nama sebuah resto di daerah Puncak- Bogor??
Klo melihat logo dan tulisannya sich emang sama, tapi apa Cimory di Jalan Raya Sukarno Hatta, Bawen, Kab. Semarang ini sama  dengan yang di Puncak - Bogor ya??
Penasaran pengin mencoba tapi mengingat ada keperluan penting di Solo, terpaksa saya tunda rasa penasaran itu...,Awas kamu ya!!! Tunggu kedatanganku...
Selang waktu seminggu, dengan tekad bulat, semangat 45 maka saya maju tak gentar dan maju perut pantat mundur menuju lokasi. Setelah parkir, seekor sapi menyambut di pintu masuk. Mooooo........
Ketika menuju restaurannya ada sapi yang menyambut juga, di taman juga makin banyak sapi yang menyambut dengan bergaya seperti model dan peragawati. Bahkan ada yang rela dan mau di naiki lho... Tapi itu semua cuma KW alias patung dan mainan koq....:-D..
Sapi asli hanya ada di kandang yang terletak di bagian paling belakang dari restauran dan dekat dengan kebun binatangnya. Ada Kelinci, Merak dan Rusa.
Karena ada yang mulai mengadakan demo dan konser musik keroncong alias mulai kelaparan, saya menuju sasaran berikutnya yaitu restauran. 
Ehh, ternyata harga nya gak mahal dan rasanya lumayan juga lho...
Rasa penasaran sudah terlunasi, demo dan konser musik keroncong juga sudah tertangani, brarti saatnya pulang...tp sebelum pulang mampir dulu ke swalayannya dulu..Yang istimewa disini adalah tersedia aneka susu, dari yang susu segar aneka rasa sampai yang susu olahan, seperti yogurt, cheese, cream cheese. Yang tidak tersedia disini adalah susu yang jualan...hehehehe
Klo bapak ibu, mas mbak, agan sista, boz biz ( hehe.. ) melewati daerah ini, tidak ada salahnya untuk mampir dan mencoba makanan dan menikmati suasananya....Klo tidak puas ya diulangi lagi aja.....heheheh...:-D



Pantai Indrayanti atau Pulang Syawal ( Pulsa ), Gunung Kidul, Yogyakarta

Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawalatau Pantai Pulsa adalah salah satu pantai yang berada di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul ( Timur ), Daerah Istimewa Yogyakarta dan bersebelahan dengan Pantai Sundak. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sempat menjadi kontroversi karena Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran yang terpampang di depan cafe dan restoran miliknya, sehingga banyak masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Kidul memberi nama Pantai Pulang Syawal atau Pantai PulSa. Namun nama Pantai Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pantai Pulang Syawal. Terlepas dari pro dan kontra, mari kita membahas mengenai obyekwisata pantai ini aja yaa... :-)
Untuk menuju Lokasi ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Kota Yogyakarta. Setelah sampai di Wonosari ada 2 jalan menuju pantai ini:
1.      Melalui jalur Selatan yang melewati  Pantai  Baron, Pantai  Kukup, Pantai 
      Krakal, Pantai Sundak dan ke timur sampai ke lokasi.
2.      Melalui pertigaan dari  Wonosari  mengambil jalur  ke kiri  arah  ke  Pantai 
      Sundak, Pantai Siung dan Pantai Wediombo.
Jalan menuju lokasi Pantai sudah cukup baik tetapi harus berhati - hati karena medan yang naik turun melewati Perbukitan Sewu. Untuk sampai lokasi, harus menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada kendaraan umum yang melayani rute tersebut.
Pengelola Pantai disini terlihat mencoba konsep yang berbeda dari pantai – pantai yang ada di Kabupaten Gunung Kidul yaitu dengan memberikan sentuhan modern ala pantai di Bali. Hal ini bisa terlihat dari penataan lokasi pantai dan sarana prasarana yang disediakan. Restoran dan Cafe tertata rapi di sepanjang pinggir pantai, payung warna warni yang bisa disewa berada di tepi pantai, JetSky yang bisa di sewa, Cottage yang ( saat ini ) berjumlah tujuh terletak di sekitar pantai, kios dan bagi yang mau membawa oleh-oleh, di lokasi ini juga terdapat toko dan kios souvenir khas pantai ini. Fasilitas umum seperti Parkir, Mushola dan Toilet  juga bisa ditemukan di oantai ini.
     Di Pantai ini, wisatawan akan dimanjakan dengan pasir Putih yang membentang dari timur ke barat dan juga dengan keindahan dan kebersihan sepanjang garis pantai ini. Pantai ini benar-benar di jaga kebersihannya jadi....bagi sobat yang suka buang sampah sembarangan, silahkan sediakan uang 10 ribu yang banyak, karena pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar 10 ribu untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan...... :-D
     Tiket untuk masuk ke lokasi adalah sebesar 5 ribu, baik untuk mobil atau minibus. Harga makanan di restoran atau cafe yang menyediakan menu seafood dan ayam bakar/goreng serta minuman kelapa muda dll, sekitar 10 ribu – 100 ribu. Untuk oleh-oleh, harga bervariasi tergantung jenis nya. Bagi yang ingin menikmati suasana malam di pantai, bisa menyewa Cottage dengan harga 300 ribu - 700 ribu per malam
Apabila sobat-sobat ingin menikmati wisata pantai dengan nuansa sentuhan modern ala di Bali, tidak ada salahnya untuk datang ke Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawal atau Pantai Pulsa..... :-)



Selasa, 06 Agustus 2013

Umbul Sidomukti, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Kawasan wisata umbul Sidomukti merupakan salah satu Wisata Alam Pegunungan di Semarang, berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan wisata ini dengan didukung fasiltas & Servis: Outbond Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, serta Meeting Room.
Ada empat buah kolam yang bertingkat dan dapat dipilih sesuai kedalaman yang diinginkan. Airnya sangat dingin, jernih dan menyegarkan. Selain itu ditambah pula dengan beberapa sarana olahraga menantang keberanian di sisi kolam. Terdapat lintasan flying fox dengan dua pilihan track, marine bridge di lembah, rapeling menuruni lembah sisi kolam, dan ATV, kolam renang alami dan jalur trekking. Taman renang umbul alam Umbul Sidomukti terletak di lereng gunung ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya.
Flying fox dengan panjang lintasan 110 meter, dengan jarak ketinggian dari titik terendah lembah sekitar 70 meter. Flying fox ini menyeberangi lembah, jadi seakan berpindah dari lereng bukit ke bukit di seberang dengan bergantung pada dua utas tali dan pengaman serta helm. Seperti biasa, flying fox dapat dilakukan dengan memilih gaya terlungkup seperti superman sedang terbang, atau gaya duduk biasanya. Tarif karcis flying fox lembah ini hanya 12.000 IDR, tak mahal untuk sekedar menguji keberanian.
Tiket parkir mobil 2.000 IDR. Tiket masuk untuk hari biasa 4.000 rupiah per orang dan 5.000 rupiah pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Ingin mencoba marine bridge? Siapkan 7.000 IDR untuk tiketnya. 6.000 IDR untuk rapeling, dan 15.000 – 20.000 IDR untuk 3x putaran ATV. Selain tiket reguler, pengelola juga menawarkan paket untuk kelompok berisi minimum 20 orang untuk corporate event seperti tracking.
Umbul Sidomukti dapat ditempuh dari arah Semarang menuju Solo, sampai menemukan pom bensin Lemah abang di sisi kiri jalan, belok kanan menuju ke arah Bandungan. Sampai di Pasar Jimbaran di sisi kiri, akan ada gang bertuliskan sidomukti di sisi kanan dengan jalan menanjak. Di sepanjang jalan kecil ada beberapa papan petunjuk untuk sampai ke Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang.
Bus ukuran besar tidak bisa masuk ke area ini karena jalannya sempit, bus mini atau bis ukuran kecil untuk masuk perlu sopir dengan kemampuan sangat bagus.
Keindahan pesona alam Kawasan wisata umbul Sidomukti memang mempesona, untuk jalan jalan keluarga maupun corporate event bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda.

Rabu, 17 Juli 2013

Pura Tanah Lot, Bali, Indonesia

Pura Tanah Lot merupakan salah satu Pura ( tempat ibadah untuk umat Hindu ) yang terletak di pulau Bali - Indonesia dan merupakan pilihan untuk tujuan wisata. Terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan.
Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut
Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung).
Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Dia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan pada abad ke-16.( Sad Kahyangan adalah enam buah pura Kahyangan Jagat di Bali, yang menjadi tempat pemujaan seluruh Umat Hindu ). Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), wisatawan biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini ).
Jadi klo anda berlibur ke Bali, Indonesia, tempat ini bisa merupakan salah satu pilihan destinasi.....:-)









Selasa, 02 Juli 2013

Tanjung Benoa, Bali, Indonesia


Tanjung Benoa yang terletak di ujung timur "sepatu" pulau Bali, merupakan salah satu tujuan wisata air yang cukup lengkap. Berbagai sarana olahraga air disediakan disini seperti, banana boat, snorkling, flying fish, parasailing dan jetski. Uniknya olahraga surfing yang banyak dijumpai di pantai-pantai lain dari pulau bali, justru tidak tersedia di objek wisata ini, hal ini dikarenakan ombak yang ada dilokasi wisata ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olah raga surfing.
Harga yang dikenakan kepada pengunjung untuk menikmati berbagai sarana olahraga air tersebut berkisar antara 150 ribu hingga 200 ribu. Dengan harga tersebut secara tertulis disebutkan bahwa pengunjung bisa menikmatinya dalam kurun waktu 10-15 menit. Namun kenyataan yang saya alami hanyalah sekitar 5 menit. Mungkin dikarenakan saat itu antrian pengunjung yang ingin mencoba cukup banyak sehingga jatah waktu dikurangi cukup drastis. Bahkan beberapa turis luar, nampak berusaha menyela antrian mengingat mereka merasa membayar lebih mahal dibandingkan turis lokal.
Flying fish merupakan bentuk olahraga air yang baru pertamakali ini saya lihat. Terdiri dari sebuah perahu dari karet yang hanya berkapasitas dua orang dengan satu orang petugas yang duduk ditengah sebagai penyeimbang. Penumpang tidur terlentang diperahu yang kemudian ditarik dengan speedboat kecepatan tinggi. Akibatnya, perahu menjadi terangkat dan terbang diatas air pada ketinggian 10-15 meter. Selama berada diudara, petugas yang duduk ditengah akan berusaha menyeimbangkan perahu tersebut agar terhindar dari kemungkinan berputar atau terbaliknya perahu karena hembusan angin yang tentunya bisa berakibat fatal bagi pengguna. Mengingat terdapat tiga orang dalam perahu, terkadang bisa terjadi kasus dimana perahu karet tersebut tidak bisa terbang, karena dibutuhkan selain kecepatan speedboat yang tinggi juga hembusan angin yang cukup kuat untuk bisa menerbangkannya. Seorang rekan yang kurang beruntung mengalami kejadian ini, akibatnya apa yang dialami tidak lain cuman sekedar punggung yang terhempas-hempas oleh permukaan air laut, tanpa mengalami sensasi "flying fish" yang seharusnya.
Ketika tiba di Tanjung Benoa, cuaca kurang bersahabat, hujan mengguyur cukup deras dan ombak juga cukup besar sehingga tidak maksimal dalam menikmati wisata ini. Dengan sedikit nekat, kami tetap menyewa perahu untuk menuju ke Pulau Penyu ( Turtle Farm ), setelah itu mencicipi permainan Rolling Donut, Banana Boat dan Jetski, tetapi sayang sekali tidak bisa mengabadikan momen ini karena takut kamera nya masuk angin ( kamera tidak anti air ) ......:-D
Meski masih bisa menikmati permainan tetapi belum bisa memuaskan kunjungan ke Tanjung Benoa dan membuat 'dendam yang membara' untuk mengunjunginya lagi....:-D